Kamis, 03 Januari 2013

IBUKU & PISANG GORENG



Tadi pagi, saat saya sementara sarapan pagi, saya melihat ibu saya sedang mengambil uang dari rantang tempat penyimpanan uangnya.
“ Saya mau pergi beli donat dulu,” kata ibuku sambil memegangi uang ribuan.
Mendengar itu, spontan saya berkata,” pisang goreng juga”.
Mendengar itu, reaksi ibu mengagetkanku. Katanya tempat untuk membeli pisang goreng itu jauh dan becek.  Maklum saja sekarang musim hujan.
“Jauh tempatnya, trus basah lagi,” kata ibu dengan nada yang cukup keras.
Kemudian ibu pun pergi. Beberapa menit berlalu, sarapanku pun mulai habis. Kedatangan ibu membuatku sangat terkejut. Ibu datang tidak membawa donat yang ingin dibelinya. Melainkan mebawa pisang goreng yang cukup banyak.
“Ibu ini bicara dua kali yaa,” kataku dengan rasa jengkel.
Ibu tampak kebingungan mendengar perkataanku.
“Maksudnya?” Tanya ibu sambil mengeluarakan pisang-pisang itu dari kantong plastic yang dibawanya.
“Kenapa beli pisang? Bukannya tadi bilang mau beli donat ?” tanyaku dengan perasaan yang masih jengkel.
“Namanya sayang anak,” jawab ibuku.
“Tapi saya tidak suka, kalau tidak ya bilang tidak, jangan iya,” balasku.
“Jadi, kamu tidak mau disayang?” Tanya ibu.
Mendengar itu, saya hanya bisa terdiam. Ayah yang saat itu ada di sekitar kami pun angkat bicara untuk mendamaikan kami.
Saya merasa jengkel karena saya tidak suka dengan sikap ibu. Kenapa dia harus memberatkan dirinya pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dia lakukan. Mungkin sikap saya pagi ini kepada ibu terlalu berlebihan, tapi saya benar-benar tidak suka mendapat perlakuan seperti itu. Sampai tulisan ini terselesaikan pun saya tidak makan pisang goreng itu.
 Ibu, anakmu ini hanya ingin melihatmu senang, jadi lakukan apapun yang kau inginkan termasuk memakan makanan yang kau sukai, dan maafkanlah anakmu ini. 
Astagfirullah…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar